Mengerikan, 4 Mahasiswa Riau Disiksa dengan Keji Kepolisian Mesir


Berita ini saya kutip dari Detik.com. hari ini tgl 4 Juli 2009 jam 5.45 pagi.

Ini pertama kali terjadi bagi mahasiswa Indonesia di Mesir, apalagi warga Riau. Ini mengejutkanku sebagai warga Pekanbaru kasus ini harus dicermati terus sampai selesai. berikut berita-beritanya :

rape_victimPekanbaru – Tudingan polisi Mesir terhadap empat mahasiswa Indonesia asal Riau sangat tidak mendasar. Mereka ditangkap bak teroris hanya dengan tudingan membuka situs ihkwanul muslim.

“Padahal mereka tidak pernah membuka situs seperti yang ditudingkan pihak kepolisian setempat,” kata Sainul Muttaqin, kakak dari Fahturrahman salah seorang mahasiswa Indonesia asal Riau, Sabtu (4/7/2009)..

Pengakuan para mahasiswa Riau itu, kata Sainul, sebenarnya polisi Mesir akan menangkap mahasiswa Indonesia asal Tapanuli Selatan, Sumut yang dituding membuka situs tersebut. Kebetulan mahasiswa asal Sumut itu satu kos dengan mahasiswa asal Riau.

“Hanya saja saat tempat kos mereka digerebek polisi setempat, mahasiswa asal Sumut itu tidak berketepan sedang keluar. Sehingga mereka (empat mahasiswa Riau) menjadi sasaran penangkapan pihak kepolisian setempat,” kata Sainul.

“Jadi memang dasar penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian setempat sangat tidak mendasar,” kata Sainul.

Keempat mahasiswa Indonesia yang mengalami penyaniayaan itu adalah, Faturrahman mahasiswa  Al Azhar semester IV asal Desa Pematang  Berangan Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu.

Selanjutnya, Ahmad Yunus, semester IV asal Desa Tangun, Kecamatan Bangun Purba. Arzil, semester I asal Desa Rokan IV Koto dan Tasrih Sugandi asal Desa SP4 Kecamatan Kepenuhan, Rokan Hulu.

(cha/mad)

Keluarga: Mereka Minta Dipulangkan ke Tanah Air
Chaidir Anwar Tanjung – detikNews

Pekanbaru – Empat mahasiswa Indonesia asal Riau diduga mengalami penganiyaan yang dilakukan pihak kepolisian Mesir. Dari empat mahasiswa itu, dua di antaranya minta untuk pulang ke tanah air.

“Mahasiswa yang menjadi korban penganiayaan polisi Mesir mengaku sudah tidak tahan lagi di sana. Mereka minta segera dipulangkan ke tanah air,” kata Sainul Muttaqin, kakak dari Fahturrahman mahasiswa Indonesia di Mesir yang mengalami penyiksaan, kepada detikcom, Sabtu (4/07/2009).

Dia menjelaskan, kedua mahasiswa Al Azhar di Kairo Mesir itu adalah, Arzil dan Tasril Sugandi yang masih duduk di semester I. Dimungkinkan keduanya meminta dipulangkan karena terhitung baru menjadi mahasiswa.

“Mungkin karena mereka berdua ini masih mahasiswa yang baru, sehingga mereka kurang begitu betah atas kasus yang menimpa mereka. Alasannya inilah mereka dalam perbincangan dengan keluarganya di Riau meminta segera di pulang,” kata Sainul.

Dua mahasiswa lagi, yakni Fahturrahman dan Ahmad Yunus sudah duduk di semester IV. Mereka ini menjadi korban penganiayaan polisi setempat atau dikenal dengan sebutan Amni Daulah.

Polisi Mesir menyiksa mereka dengan cara yang keji. Mereka ditangkap di kamar kosnya bak teroris kelas kakap. Mata ditutup, tangan diikat, lantas sampai di kantor polisi setempat mereka ditelanjangi, bahkan salah satu di antaranya alat vitalnya disetrum.

“Mereka sudah saya bujuk agar mereka tetap bertahan untuk meneruskan kuliahnya,” kata Sainul.

(cha/mad)

4 Mahasiswa Disiksa di Mesir
Fahturrahman dan Ahmad akan Diwisuda
Chaidir Anwar Tanjung – detikNews

Pekanbaru – Empat mahasiswa Indonesia asal Riau menjadi korban penangkapan dan penganiyaan polisi Mesir. Dua di antaranya minta dipulangkan, sedangkan dua lagi masih bertahan karena sudah menjelang wisuda.

“Dua mahasiswa yang masih duduk di semester I memang meminta dipulangkan. Namun dua mahasiswa lagi yang duduk di semester IV harus bertahan sampai mereka diwisuda. Karena kuliah di sana, semester IV itu merupakan semester akhir,” kata Sainul Muttaqin, kakak dari mahasiswa Indonesia Fahturrahman yang menjadi korban penganiyaan polisi Mesir, Sabtu (4/7/2009).

Kedua mahasiswa yang sudah duduk di semester akhir itu adalah, Fahturrahman dan Ahmad Yunus. Sebenarnya keduanya juga merasa trauma atas peristiwa yang menimpa mereka. Persoalannya bila mereka kembali ke Indonesia, maka dengan sendirinya mereka akan gagal menjadi sarjana.

“Karena itu mereka tetap bertahan dengan harapan mereka bisa meraih gelar sarjana. Tentunya mereka juga berharap adanya perhatian khusus dalam masalah ini dari KBRI di Kairo,” kata Sainul yang juga Kepala Sekolah MTs Khalid Bin Walid di Kabupaten Rokan Hulu.

(cha/mad)

4 Mahasiswa Disiksa di Mesir
Deplu: Kita akan Minta Pertanggungjawaban
Rachmadin Ismail – detikNews

Jakarta – Empat orang mahasiswa Indonesia diduga mengalami penyiksaan saat ditahan oleh kepolisian Mesir. Departemen Luar Negeri (Deplu) mengaku sedang menelusuri informasi tersebut. Jika benar, pemerintah Mesir harus bertanggungjawab.

“kalau memang mereka diperlakukan tidak benar akan dimintai pertanggungjawaban,” kata Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah saat dihubungi lewat telepon, Jumat (3/7/2009).

Namun informasi yang diperoleh Faiz, sapaan akrabnya, baru sebatas penahanan oleh kepolisian. Terkait kabar soal penyiksaan bahkan sampai tidak diberi makan, pihaknya perlu mengkonfirmasi ulang dengan pejabat setempat.

Saat ini, kata Faiz, keempat mahasiswa tersebut sudah berada di rumah kos semula. Kondisi mereka juga dikabarkan sudah dalam keadaan baik.

“Kita baru memperoleh informasi dari pihak ketiga, nanti akan kita telusuri,” tutupnya.

Seperti diketahui, 4 mahasiswa asal Riau, Faturrahman, Arjil, Ahmad Yunus, dan Tafri Sugandi digelandang pihak kepolisian Mesir karena diduga terlibat gerakan Islam garis keras di mesir. Mereka juga dianggap bersalah karena salah seorang rekannya telah membuka situs Ihwan Muslim Online.

Keempat mahasiswa semester awal di Universitas Al Azhar itu kemudian dipukuli, ditelanjangi bahkan disetrum. Kabarnya, mereka pun tidak diberi makan selama 3 hari di dalam tahanan. (mad/mad)

4 Mahasiswa RI Disetrum Hingga Ditelanjangi Polisi Mesir
Chaidir Anwar Tanjung – detikNews

Pekanbaru – Empat mahasiswa asal Indonesia mengalami penyiksaan yang diduga dilakukan oleh kepolisian Mesir. Mereka ditelanjangi bahkan disetrum pada bagian tubuhnya selama 3 hari.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Faturrahman, Arjil, Ahmad Yunus, dan Tafri Sugandi. Mereka berasal dari Kabupaten Rokanhulu, Pekanbaru, yang sedang belajar di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

“Dari cerita adik saya lewat telepon dan chatting, mereka mengalami penyiksaan dengan ditelanjangi, disetrum dan tidak diberi makan,” kata kakak korban Faturrahman, Sainul Muttaqin saat dihubungi detikcom di Pekanbaru, Jumat (3/7/2009).

Menurut Sainul, kejadian ini bermula ketika pada tanggal 28 Juni lalu tiba-tiba polisi mendobrak kamar kos mereka. Kedatangan polisi saat itu, sebetulnya mencari salah seorang mahasiswa yang berasal dari Tapanuli bernama Ismail Nasution.

Ismail diduga berhubungan dengan jaringan gerakan Islam radikal di Mesir. Pasalnya, ia membuka situs Ihwan Muslim Online, yang dipermasalahkan oleh polisi.

“Tapi tiba-tiba polisi menangkap adik saya dan teman-temannya juga,” imbuhnya.

Polisi juga mempermasalahkan gambar tokoh pejuang Palestina Syekh Ahmad Yasin yang terpampang di dinding kamar mereka. Akhirnya mereka pun digelandang ke kepolisian bak teroris.

“Matanya ditutup, lalu pas tiba di kepolisian baru dibuka,” ungkapnya.
(mad/mad)

Silahkan teman-teman cermati, kita harus pastikan saudara-saudara kita disana mendapatkan keadilan. Semoga tidak menurunkan semangat semua orang  Indonesia menimba ilmu di Mesir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: