Dia terkena Bala akibat kezhalimannya


Malam tadi aku kebetulan kedatangan kakak dari Minas (1 jam dari Pekanbaru). Kebetulan kakakku itu tempat aku menumpang dulu selama di kota Industri Perawang, waktu itu dia guru. Sekarang aku gantian memberikan bantuan buat anaknya yang mau sekolah di Pekanbaru, jadi keponakanku itu ikut aku selama sekolah di SMK di Pekanbaru. Malam itu dia menginap, jadi kami mengobrol lah seputar sekolah dan pendidikan.

Kebetulan kepala sekolah tempat dia mengajar sekarang orang yang aku kenal. Namun kinerjanya dulu dan sekarang jauh panggang dari api. gak nyangka aja. trus terbukalah bahwa sebenarnya dia tidak ikhlas menjadi kepala SMP lagi, karena sering dizhalimi oleh orang-orang terkait diatasnya sewaktu jadi kepsek di perawang. namun bukan itu intinya, aku jadi teringat sama kepsek tempat aku terakhir kontrak proyek pendidikan komputer di Perawang. MTs Al-Wathaniyah. Awaknya kepsek dari MTs yang muridnya sangat sedikit itu, mencariku dan memohon-mohon untuk mengadakan kerjasama denganku tentang pengadaan dan pengajaran komputer di sekolahnya. awalnya aku menolak karena jumlah siswa tidak memenuhi syarat. Namun dengan bujukan mautnya akhirnya aku menerima juga kontrak itu dengan niat pribadiku adalah untuk sosial gak apa-apa lah….

harga kontrak jauh lebih murah 50% dari kontrak yang sedang aku jalani di sekolah lain saat itu. Jumlah siswa juga lebih sedikit 50% dari sekolah yang lain. Kan sosial namanya. Namun setelah 3 tahun, aku terus menerus mendapatkan masalah dengan dia, terlambat bayar lah, komplain ini itu lah, yang tragisnya adalah jumlah siswa tahun ketahun terus berkurang drastis.

Diawali dengan terbongkarnya kasus anak buahku yang memakan honor daerah temannya sehingga menjadi hasutan bendahara kepadaku untuk memecatnya. kemudian aku jadi mengajar langsung karena gak punya karyawan lagi… beberapa bulan berlalu, aku selalu menemui jalan buntu kalau udah soal uang tagihan bulanan ke mereka.

Kebetulan aku mau menikah, aku memerlukan uang untuk biaya pernikahanku, dan pihak sekolah belum membayar uang tagihan selama 2 bulan terakhir. aku terus menagih, tapi jawabannya selalu kami tidak ada uang, lagi pula kamu sering dikomplain anak-anak, jadi mereka gak mau bayar uang komputer. aku udah berulang-ulang menyelidiki sama anak-anak apa pendapatnya tentang aku, mereka baik aja gak ada komplain yang berat. Paling hanya jumlah komputer yang hidup sedikit karena PLN yang sering turun spanning.

akhirnya aku menikah tanpa mendapatkan uangku. Bulan Juni 2008 setelah aku 2 bulan menikah, aku sudah memutuskan untuk menghentikan kontrak dengan baik-baik, bahkan menyatakan tidak akan menjatuhkan ganti rugi 50% dari sisa kontrakku seperti surat perjanjian mengatakan, ini juga sebab sosial.  Asalkan mereka membayar uang tagihanku yang 2 bulan itu aja senilai lebih dari 5 juta, semua damai lah. mereke dengan tenang meminta waktu 2 minggu untuk menyelesaikan.

Apa yang aku dapatkan setelah 2 minggu, waktu aku telepon Kepsek itu, dengan tenang lagi dia mengatakan “Kami udah dapatkan gantinya, guru komputer yang baru”. aku syok. Siapa yang bodoh disini?, aku bukan karyawannya. Aku punya surat kontrak. kenapa dia berani mengangkat guru komputer, menggunakan komputerku dan isi ruang komputer yang telah aku biayai tanpa seizinku?. apa ini?. aku langsung sms mereka berdua, memberikan mereka waktu 2 minggu lagi untuk menyelesaikan hutang ini dengan baik-baik. Namun setelah 2 minggu tidak ada balasan ataupun niat baiknya, aku menulis SMS ke mereka dengan huruf besar, APA BAPAK TIDAK ADA NIAT UNTUK MEMBAYAR HUTANG-HUTANG ITU?. namun tidak dibalas. akhirnya kutukanku keluar juga. DEMI ALLAH AKU BERSUMPAH, AKAN AKU TUNTUT DIAKHIRAT NANTI KEPADA KALIAN BERDUA Drs. H. ZAINUNI THAHER dan ZULKARNAIN (BENDAHARANYA) TERHADAP HUTANG-HUTANG YANG KALIAN TIDAK BERSEDIA MEMBAYARKANNYA, KARENA MENGAKIBATKAN KESULITAN HIDUP KELUARGAKU DAN MENINGGALNYA IBUKU, SEMOGA ALLAH SEGERA MEMBALAS KEKEJAMANMU”.

Apa yang terjadi, pertama kalinya aku mengutuk orang. Ya, dia tidak tau atau tidak mau tau, uang yang aku terima dari hakku itu digunakan untuk mengobati ibuku yang sedang sakit kanker ganas stadium 4 waktu itu, akhirnya bulan juni beliau meninggal. Hebatnya tidak seorangpun dari pihak sekolah itu mengucapkan bela sungkawa, namun teman-teman guru dari sekolah yang lama malah datang ke rumahku… penghasilanku mampet sehingga aku harus memulai hidup keluargaku dari nol bahkan minus.

Hari ini aku mendapat kabar bahwa kepsek itu sedang koma, akibat jatuh masuk lobang di jalan KM.8 Perawang. Kemungkinannya meninggal atau cacat habis deh, semacam geger otak. Dahsyatnya…… Allah memperlihatkan kekuasaannya. Si Haji zhalim itu kena balanya. Banyak orang yang sebelumku juga mengutuk dia, dia telah banyak membuat sakit hati orang lain, memakan hak orang. Entahlah, aku tidak tahu betul soal orang lain, tapi aku sendiri benar-benar merasa dizhalimi karena uang itu benar-benar dibutuhkan keluargaku saat itu.

Semoga aku dijauhkan dari sifat menzholimi orang lain dan lambat membayar upah orang. Rasulullah kalau tidak salah pernah bersabda, hendaklah kamu membayarkan upah pekerjamu sebelum keringatnya mengering. artinya upah orang ya dibayar sesegera mungkin. karena kita tidak tahu apa mereka benar-benar memerlukannya atau tidak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: