Kehalalan Bisnis DBS Hanya Sekedar Claim


______________________________________________———————————————————————–

10 Responses

  1. Kami sarankan kepada saudara semua, berilah makan pada diri kita dan keluarga kita dari makan – makanan yang didapatkan dari penghasilan yang halal, DBS ? maka bersabarlah jangan ikut – ikutan dulu sebelum hukumnya jelas dari fatwa MUI Pusat, sementara hentikan dulu, untuk warga masyarakat Sragen khususnya dan umumnya masyarakat luas jangan ikut dulu. Makasi, Ingat hidup sesungguhnya di kampung aherat.

  2. Assalamualaikum,

    Sebelumnya saya mohon maaf ikut komen atas artikel Bapak. Kalo bapak lebih teliti lagi membaca bussines plan nya bapak akan faham bahwa statement bahwa DBS tidak menjual barang adalah salah. Perusahaan memang tidak mewajibkan member untuk membeli pulsa, ini adalah salah satu trik marketing perusahaan. Disadari atau tidak pasti setiap pengguna HP prabayar akan membutuhkan pulsa. Sebagai member yang sudah mengerti main business DBS tentu saja akan lebih memilih menggunakan pulsa dari perusahaan sendiri. Dan yang sering orang tidak sadari adalah secara tidak langsung member membeli pulsa dari DBS melalui “subsidi pulsa” rp.7500 per pasangan yang didapat. Bila statemen Anda valid kenapa DBS pada tahun 2008 dinyatakan sebagai server pengguna pulsa terbesar di Excellcomindo (XL) dan Indosat..? Marketing adalah sebuah seni, yang kadang orang awan yang tidak jeli tidak menyadari kedahsyatan sebuah strategi marketing.

    Pada dasarnya bisnis DBS adalah sebuah lifestyle, sebuah gaya hidup baru dimana seseorang bisa melakukan top up pulsa / reload dari hp nya sendiri. Saya pribadi sebagai pengembang jaringan selalu menyarankan untuk tidak berjualan, sesuai dengan filosofi direct selling itu sendiri yaitu penjualan langsung pada ending user, member itu sendiri, sebagai pengguna setia. Setiap kita me”marketing” kan DBS pada calon pengguna maka atas aktivitas marketing itulah kita mendapat fee “marketing” dari DBS. Prinsip DBS adalah lebih baik margin keuntungan tipis tapi dengan turn over yang tinggi. Keuntungan dari franchise, bagi hasil member-perusahaan, dan keuntungan perusahaan dari penjualan pulsa ini lah yang digunakan untuk membayar fee “marketing” yang diterima. Sering tidak member sadari bahwa member adalah marketing tidak resmi dari DBS. Saya sebagai marketing DBS tentu saja mengharap imbalan yang setimpal dari DBS, untuk waktu dan strategi marketing saya.

    Pada dasarnya bisnis ini tidak ada bedanya dengan bisnis konvensional lainnya. Bisnis ini mengenal gagal dan berhasil seperti di bisnis lain, bahkan tingkat kegagalannya cukup tinggi. Kenapa tingkat kegagalan nya cukup tinggi ? Karena untuk mengikuti bisnis ini tidak memerlukan syarat dan kompetensi khusus, asal punya modal minimal Rp.200.000 sudah bisa bergabung. Bisa Anda bayangkan semua orang, dari latar belakang apapun, boleh bergabung. Tentu akan lain bila perusahaan menjaring calon member dengan mensyaratkan spesifikasi tertentu misal dari latar belakang pendidikan atau pun rasio kecukupan modal yang cukup sehingga orang2 yang terjun di bisnis ini akan dianggap layak menjalankan usaha. Semua orang berhak sukses tetapi kesuksesan itu tidak mudah. Allah hanya akan meninggikan beberapa derajat hanya untuk orang yang berilmu. Intinya bukan pada bisnis atau pada sistem nya tetapi pada orang yang menjalankannya, apakah sudah bisa memahami sistem dan menjalankan nya dengan baik ? Sebuah sistem yang buruk hanya akan menyisakan 100% orang gagal, dan ini tidak terjadi di DBS. Silakan buktikan sendiri.

    Sekian tanggapan saya, seorang PNS juga fotografer wedding, juga member DBS dengan ID DBS651801. Wassalamualaikum wr wb.

    • Dari marketingnya sendiri jelas kelihatan bahwa satu orang bisa jadi member di beberapa titik hanya untuk mendapatkan bonus. Perlu diketahui bahwa member 200 rb tidak mendapat apa2 kira2 kasihan nggak bahkan ada yang sampe menjual ternaknya., habis itu ditinggal begitu aja tidak ada pembinaan. alias yang atas yang dapat bonus besar dengan menginjak yang dibawah, silakan direnungkan sendiri.

    • halah…pns tapi bodo…mbodoni rakyat cilik…gajie wis dipotong kakewhan ya…

  3. penjelasan saudara rumit dan memusingkan. kalo memang dbs adalah solusi harusnya tidak ada yang di rugikan dalam solusi ini. dan lagi bisnis DBS terlalu samar-samar. bukankah di islam yang hala itu jelas dan yang haram itu jelas. dan diantara keduanya ada yang samar-samar. barang siapa yang menjahi yang samar-samar berarti menjauhi yang haram, barang siapa mendekati yang samar-samar berarti menjatuhkan diri pada yang haram….. jadi gimana…? masih mengklaim dbs hala. kalo memang halal tolong di posting sertifikat halalnya dari mui.

    • maaf, bukan maksud saya menentang pernyataan anda, karena saya sudah mengakhiri posting saya tentang DBS. Tapi di posting ini, saya tidak banyak penjelasan. rumit dan memusingkan yang mana?. Kebetulan postingan yang ini memasukkan informasi dari sumber secara langsung bukan opini saya. atau maksud anda dari komentar sebelumnya (yang rumit dan memusingkan)?.

  4. gara2 DBS KEPARAT, KELUARGA SAYA JADI BERANTAKAN…. Dbs leader tak peduli dgn downlinenya yg kesusahan setelah 6 bulan tak dapat anggota. DBS MEMANG KEPARAT HEBAT PENIPU

  5. fas pa?
    pulsa ngisi sndiri?
    djogja/ kota besar” bnyk mas, yg nwarin saldo buat isi sendiri.. gak bayar pndftran, gk prlu join, dn yg psti gk da ngjak”in..
    kita beli 100rbu, dpet saldonya jg 100rbu, hargany jg miring..
    klo t bisnis halal, pngelola untung kta jg dpet knyamanan gk prlu repot isi pulsa dknter, dn yg pasti bkn “.money game”.

    anda munafik klo bilang ini bukan MLM ..
    dan psti anda tdk 100% yakin klo ini HALAL.
    jgn mbhongi dri sndiri,

    jangan sampe uang yg mbuat anda ikut mndkung bisnis mental tempe sprti ini.

  6. dbs…..hnya memanfaatkan orang bodoh2….tega nipu saudara sendiri …bangsat loeeee……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: