Sarung Tangan Persaudaraan Jacko


Kamis, 9 Juli 2009 | 00:10 WIB

KOMPAS.com – Kelima saudara laki-laki Michael Jackson yang meratapi kepergian megabintang ini mempunyai cara tersendiri dalam memberikan penghormatan terakhir ke King of Pop itu. Dalam acara penghormatan terakhir yang dilangsungkan Selasa (7/7) di Staples Center, Los Angeles, mereka masing-masing hanya mengenakan satu sarung tangan berwarna putih.

Kelima pria itu tampak mengenakan setelan jas berwarna hitam dan dasi emas serta sekuntum bunga wawar merah yang tampak disisipkan pada bagian dada kiri mereka. Kelima orang ini juga yang mendorong kereta peti jenazah Jacko memasuki arena Staples Center yang dipadati oleh pengunjung.

Kelima saudara Jacko ini mengenakan sarung tangan berlapis batu rein (rheinstone). Sarung tangan ini menjadi ciri khas Jacko yang pertama kali muncul di layar kaca dengan mengenakan sarung tangan itu pada 1983. Sarung tangan itu pula yang menjadi simbol dari Jacko yang dikenal di seluruh dunia sebagai salah satu entertainer terbaik di dunia.

Sarung Tangan

Sarung Tangan

Jackie (58), Tito (55), Jermaine (54), Randy (47), serta Marlon (52) menyaksikan dari kursi mereka pertunjukan musik sejumlah bintang sebagai penghormatan terakhir terhadap Jacko di Staples Center. Terkadang mereka terlihat tertawa, suatu saat menangis dan merangkul satu dengan lainnya untuk saling menawarkan penghiburan.

Jermaine tak kuasa menahan emosi dan larut dalam tangis haru saat naik ke atas panggung untuk menyanyikan lagu klasik Charlie Chaplin, Smile, lagu favorit Michael. Potongan lirik yang menyentuh dari lagu itu berbunyi: “Tersenyumlah, walaupun hatimu terluka, tersenyumlah, walaupun hatimu hancur, saat awan kelabu menggantung di langit, kamu akan dapat melewatinya, hanya jika kamu tersenyum…”

Usai membawakan lagu itu, Jermaine membentangkan lengannya saat menerima sambutan hadirin yang berdiri dan bertepuk tangan menghadap layar lebar dengan tayangan Michael pada masa Jermaine bersama adiknya itu tergabung dalam Jackson 5. Jermaine kemudian melepas sekuntum mawar yang tersisip di jasnya dan melemparkan dari atas panggung bunga itu ke peti jenazah Jacko.

Saudara laki-laki lainnya memeluk Jermain saat ia beranjak meninggalkan panggung. Namun, mereka tidak hanya berusaha menghibur keluarga mereka yang berduka.

Mereka juga berupaya menghibur beberapa selebriti yang larut dalam kedukaan. Setelah Usher menyanyikan Gone Too Soon sambil menyentuh peti jenazah Jacko, ia mulai menangis dan Jermaine, Marlon serta Randy mendekati dan mencoba menghiburnya.

Menjelang berakhirnya acara di Staples Center itu, Jermaine sekali lagi naik ke atas panggung dan menyatakan ke para hadirin: “Atas nama keluargaku, keponakan, saudara laki-lakiku maupun perempuan, aku ingin menyampaikan ucapan terima kasih ke semuanya yang hadir malam ini. Kalian mengetahui, tidak ada kata yang dapat diungkapkan untuk mewakili ucapan itu. Kami sangat berterima kasih.”

Dengan perasaan bercampur aduk antara bangga dan terharu, Marlon juga menyampaikan beberapa kata ke para hadirin di Staples Center. “Hatiku terluka. Aku berdiri di sini untuk mencari kata-kata penghiburan dan mencari tahu kenapa Tuhan telah mengambil saudara kami setelah ia berada di dunia ini dalam waktu cukup singkat. Michael, saat kau pergi, bagian dari diri kami turut mengantarkanmu.”

“Namun, bagian dari dirimu Michael Jackson tetap akan berada di dunia ini selamanya. Kami akan tetap mengenang masa-masa indah yang pernah kami lalui bersamamu,” ujarnya.
JIM
Sumber : The Sun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: