Pertemuan Pertama di Kelas, Perkenalan…?


Judul yang kurang menarik ya?. Gak papa. Saya tahu semua langsung mengambil kesimpulan bahwa pasti aja pertemuan pertama di kelas perkenalan. Apalagi guru baru seperti saya, mereka siswa baru saya guru baru. Tapi ada yang menarik maka saya memasukkan ini dalam postingan. Siapa tahu para guru melupakan hal ini di awal pertemuan kelasnya di tiap semester.

Awal memasuki kelas pasti berantakan sekali ya, apalagi siswa baru yang belum ada struktur organisasinya. Ketua kelas entah siapa, apalagi keamanan kelasnya. Akhirnya guru mengambil alih semua fungsi untuk sementara waktu. Apa yang saya lakukan dalam pertemuan pertama?

Di awal saya pasti tebar pesona dulu, liat-liat, sapa-sapa, ramah-ramah, yang jelas tampang harus cerah. Nah, ketika jadwal belajar dimulai dan semua siap, baru diawali dengan pengantar yaitu tak kenal maka tak sayang, trus kenalan dengan ala kelas tersebut. Ternyata siswa-siswa tersebut punya trik bagus-bagus untuk membuat acara perkenalan jadi meriah. Intinya saya memperkenalkan diri, dan siswa masing-masing memperkenalkan diri.

Dalam buku Quantum Teaching, ada hal penting yang harus di pegang para guru (maaf kalau tidak terlalu tepat). “Masukilah dunia mereka (siswa), bawa mereka ke dunia kita (guru), kembalikanlah mereka ke dunia mereka dengan bekal dunia kita”. Ini pandangan saya saja ya, kalau guru itu harus berusaha menyesuaikan diri dulu dengan siswa, dengarkan ide mereka, trus baru masukkan mereka ke sasaran yang ingin kita capai. Jadi awalnya saya upayakan berkomunikasi dulu. Kalau siswa baru, saya tanyakan apa tujuan kamu sekolah di SMK ini?. Rata-rata mereka malu-malu. Tapi tak apa lah.

Langkah kedua saya adalah Menetapkan visi kelas. Semoga dapat dilaksanakan hingga 3 tahun mendatang. Karena ini siswa baru, mereka harus tahu buat apa mereka sekolah, apa yang bisa didapatkan di SMK ini. Yang pasti, apakah mereka sudah tepat memiliki SMK atau tidak. Saya dengan tegas mengatakan bahwa, jika siswa tidak punya niat sekolah di SMK, segera ambil tindakan pindah ke SMA sebelum terlambat. Karena tidak sedikit siswa SMK setelah lulus tetap aja gak punya skill, nganggur, looser dll.

Saya juga bicara tentang pelajaran yang menjadi bidang saya, dimana posisi kompetensinya. Apa hasil yang akan didapat diakhir semester nanti jika mereka mengikuti dengan baik keseluruhan pelajaran yang diberikan. Tentunya saya yakinkan mereka bahwa mereka pasti bisa mengikuti pelajaran ini dengan baik sampai akhir.

Setelah itu, saya mulai menetapkan aturan main. Penghargaan dan nilai, hukuman/sangsi, kelonggaran yang disediakan, sistem penunjang nilai siswa jika mengalami kendala (remedial). Rata-rata no comment aja, tapi untuk memastikan semua menerima maka diadakan negosiasi (akhirnya mereka mau menanggapi).

Seterusnya makin mudah, saya bercerita tentang dongeng masa lalu. Dongeng andalan saya adalah tentang pemuda eropa yang mengembara mencari guru suksesnya. Menggugah semangat soalnya. Diakhiri dengan kesimpulan tentang dongeng tersebut.

Sebagai penutup pertemuan, saya sempatkan sedikit untuk memberikan kesempatan kepada mereka merayakan pertemuan pertama kami dengan 1 cara yang menyenangkan mereka, biasanya dengan memuji mereka dan bersama-sama bertepuk tangan.

Sebelum saya keluar dari ruangan saya sampaikan suatu harapan kepada mereka bahwa pertemuan minggu depan akan sangat seru, pastikan semua hadir untuk merasakan proses yang mendebarkan…hahahhahah

Jadi tidak ada materinya….. (khusus yang 2 jam pelajaran aja)….

8 Responses

  1. Wah menarik… Salam kenal bung..

  2. Hyuuuhh…… makasih bang…..
    ngmng2 ceritanya pemuda eropanya gmna?
    😀

    • hehhehe….Cerita pemuda eropa yang sedang berpetualang. Itu asli saya menyadur aja (dengan sedikit kreasi dan bahasa tubuh yang lucu kayak srimulat…hahahahaha…), saya ambil dari buku Quantum Teaching. Biasanya saya pancing biar siswa tertarik untuk mendengarkan, mungkin dengan kalimat “kalian pernah ke Eropa?”, “belum “, kata mereka. “Sama”. Tapi saya punya teman di eropa, tepatnya jerman. dia punya cerita rakyat yang paling dibanggakan. begitu saya lanjutkan dengan ceritanya, mereka menyimak dengan seksama (karena ada orang punya teman di Jerman, pertama kali mereka bertemu dengan guru yang punya teman di luar negeri, hehehehe).
      “Dahulu kala, orang jerman sudah dikenal sebagai bangsa petualang yang senang menaklukkan wilayah-wilayah baru. Merantau adalah kebudayaan bagi mereka. Disebuah dusun terpencil, ada seorang anak muda bercita-cita tinggi yang bernama Gerald. Dia ingin sekali menemukan SUKSES hidupnya. Setelah bertanya-tanya dengan guru setempat dapatlah kesimpulan bahwa Gerald akan mengikuti kata hatinya yang akan memberikan petunjuk dimana kesuksesan hidupnya berada. Akhirnya Gerald memutuskan merantau untuk mencari guru SUKSES. Diusia yang muda sekali, Gerald masih 15 tahun, dia memutuskan berangkat merantau. Diiringi tangisan ibunya (karena kehilangan yang bisa disuruh-suruh hehehhe) dan dorongan semangat ayahnya Gerald berangkat merantau mengelilingi eropa untuk mencari guru yang tepat.
      ——————————————-
      Setelah 5 tahun merantau, berguru kesana kemari, melewati batasan negara, baik itu prancis, swedia, swiss, belanda, belgia dan negara eropa lainnya, akhirnya tibalah Gerald muda di Inggris Raya. Suatu wilayah nan amat luas. Gerald tetap bersemangat layaknya orang yang pertama kali merantau. Singkat cerita, di suatu desa yang indah Gerald muda berjalan sambil bersenandung. Ternyata hatinya sedang riang, di persimpangan jalan dia Melihat pohon rindang dan seorang kakak tua nan lusuh duduk dibawahnya. Kelihatannya kakek tua itu sedang beristirahat. Gerald segera menghampiri kakek itu dan berkata “selamat siang kek, boleh saya ikut berteduh disini ?”, sang kakek melihatnya dengan mencondongkan kepala kemudian berkata sambil tersenyum, “silahkan saja, pilih tempat dimana saja, karena pohon ini bukan punya saya, ini milik Tuhan..he he he “. Nah, Gerald berteduh dipohon itu menemani si kakek. Tentunya mereka ngobrolkan? (Ya iya lah, emangnya batu, diam-diam aja…..).
      Setelah merasa cukup beristirahat, Gerald muda nan bersemangat mohon ijin untuk melanjutkan perjalanannya kepada si kakek. Namun, sebelum dia berangkat sang Kakek menitipkan pesan. “Cucuku, sebelum kau pergi ada yang ingin aku sampaikan. Berjalanlah luruh kesana, ketika kamu berada di persimpang 3 pertama, pilihkan belok ke kanan. Disana kamu nanti akan menemukan sungai. Diseberang sungai itu ada desa. Seberangilah sungai itu, disitu akan kamu temukan guru SUKSESmu. Tapi ingat, sebelum kamu menyebrang ambillah beberapa butir batu di pinggir sungai itu ya. …..”. Si Gerald karena sangat bersemangat, dia tanpa banyak cerita segera melesat mencari persimpangan yang dimaksud, kemudian belok kanan. Ternyata benar, ada sungai. Jadi harus menyeberang, pikirnya. Berarti harus mencari sampan. Ternyata setelah mencari-cari disekitar sungai itu, dia menemukan sampai yang disembunyikan di belakang batu besar. segera dipindahkan sampan tersebut disiapkan untuk menyeberang. Tapi dia teringat pesan terakhir dari kakek itu, ambil batu sungai. Tapi….si Gerald muda RAGU… buat apa mengambil batu, gak ada perlunya, memberatkan. Hatinya bimbang, ini sepertinya gak benar, tapi kakek itu baik sekali mana mungkin memberi pesan yang tidak berguna. Akhirnya dia putusnya mengambil dua batu saja (dari pada tidak dilaksanakan kan?). Lalu Gerald menyeberang dengan sampan tadi. Ternyata setelah sampai di tengah, Gerald baru menyadari sampannya bocor, ada air naik ke sampan, tapi kalau kembali tidak mungkin. Akhirnya dengan hati ciut didayungnya sampan itu sekuat tenaga……
      Usahanya walaupun tidak berhasil, tapi telah cukup membuatnya lega, karena sampan itu tenggelam ketika dia sudah dekat dengan pinggir sungai itu, akhirnya dilanjutnya dengan berenang. Lelah sekali rasanya berenang setelah mendayung itu. Tenaganya serasa hilang, lalu dia memutuskan beristirahat sambil mengeringkan badan di pinggir sungai itu. Sembari beristirahat, dipegangnya sakunya yang berisi 2 batu tersebut. Kembali muncul dalam benaknya, mengapa ya kakek tua tadi memberi pesan membawa batu. kalo bawa banyak tadi bisa berabe…..wah…..” sambil dikeluarkannya 2 batu tapi. Tapi dia terkejut, ketika memandangi batu itu. Ternyata sudah berubah menjadi permata yang indah. Coba bayangkan apa yang ada dalam pikiran anak muda yang kurang mengikuti arahan ini?…..
      Tepat sekali, KECEWA. Tapi apa daya. semua telah berlalu. Mau kembali ke seberang sungai itu sudah tidak mungkin. Akhirnya dia mencari makna dibalik peristiwa itu. Dia tersenyum sambil bergumam, Terima kasih kek. Aku menemukan guru suksesku disini.
      Tau kan siapa guru suksesnya?. Tepat. Pengalaman Hidup. Mari kita lihat, siapa kakek itu. Kakek itu adalah ibarat guru-guru kalian yang sudah tua tapi tetap setia membimbing kalian yang penuh gelora mengejar kesuksesan. Namun, banyak anak-anaknya yang tidak mendengarkan pesan kakek itu. Mungkin menurutnya pesan itu gak penting. Tapi nanti setelah sungai itu kalian sebrangi, sama juga dengan waktu, kalian tidak bisa kembali lagi. Hanya sedikit sekali petuah kakek itu yang kalian ikuti, yang lainnya penuh penyesalan setelah terjadi. Untung ada sedikit yang diikuti, gimana kalau tidak punya niat untuk menyimak petuahnya?.. dst….
      Begitulah sy menampar benak siswa diawal pelajaran. Alhamdulillah mereka sekarang sudah semakin berkembang, anak kampung pinggir kota Pekanbaru, sudah bisa mengetik 10 jari, menginstal, trouble shooting pc, membuat LAN sederhana, baru aja bisa menginstal windows 2003 server, maen game tentunya juga bisa. sebentar lagi madingnya akan muncul di blog. nanti sy akan ikut menyadur mading mereka untuk bahan syaring sy….

  3. guru baru nih… cemas, ragu, kalau-kalu pertemuan pertamaku tdk berhasil… hadapi siswa baru.. smoga smua lancar lah…
    artikelnya sangat bagus…

    • silahkan baca juga buku quantum teaching, revolusi cara belajar dan quantum reading. terbitan Kaifa kalau tidak salah….

  4. makasih cerita’y mga bsok saya lancar mas. Selalu berikan info y mas

  5. hem ga sia sia buka postingan ini, br mau jd guru baru nih.mkasih banyak yaa smg smkin bermnfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: