Turut Berduka, Meninggalnya Mbah Surip (I Love you Full)….


Mbah Surip

Mbah Surip

Siang itu, saya pas pulang mengajar listrik masih padam. Sempat juga makan dan gangguin anak. Setelah listrik hidup lagi, idupin teve deh, langsung set default ke Indosiar. Waktu itu acara infotainment KISS, ada tulisan dokumentasi indosiar 2 juli 2009, judulnya mbah surip. Wah… emang mbah surip udah meninggal?, spontan saya katakan. Biasanya yang pake tulisan dokumentasi orang itu, pasti dia udah meninggal. eh… 5 menit kemudian, siaran langsung dari kediaman Mamik srimulat tentang meninggalnya mbah surip. Sumpah, saya kaget. Ini dahsyat sekali. Allahu Akbar. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un, apalagi yang mau dikata. Allah telah memanggil orang tua keren banget ini. Umurnya sudah 60 tahun, tapi seperti masih 35 tahun aja. Masih kelayapan pake motor Supra Fit-nya.

Saya suka liat mbah surip dari awal dia tampil sebagaiĀ  penyanyi di Teve, saya kira dia cuma figuran aja atau penyanyi gak penting. Tapi lagunya yang kecil, gak penting, sisi lain, mudah diingat bikin saya suka. Tapi albumnya gak kunjung terkenal waktu itu.

Waktu lagu tak gendong di rilis, stasiun swasta belum ada muncul klipnya, saya awalnya liat di TVRI. Langsung suka. Trus cari-cari MP3nya di Internet, download deh. Istriku yang sewot, lagu apaan tu?… tapi lama kelamaan dia jadi suka juga. Trus Orang tua itu udah terkenal duluan sebelum dikomentari. Makhluk langka.

Dengan meninggalnya Beliau ini, saya pikir orang akan berduka dalam waktu lama. Karena waktu itu saya liat Presiden pun ikut mengomentari peristiwa ini (sempat juga tu Bapak ya…), Mbah Surip menjadi begitu tinggi di akhir, jauh lebih tinggi dari badannya…. Saya sebenarnya ingin memposting tentang beliau kemarin, tapi saya tunda sambil melihat kondisinya apa sikap dari masyarakat terhadap peristiwa ini. Ini penilaian saya pribadi.

Mbah Surip, meninggalmu meninggalkan duka mendalam bagi sahabatmu. Tapi juga meninggal senyum sumringah sahabatmu. Kemudian orang-orang yang ditinggalkan, apalagi anakmu yang malam tadi terpaksa menikah di depan jasadmu, tak kuasa menahan dukanya hingga pingsan setelah ijab kabulnya. Sanak saudara dan tetangga terkejut dan tidak percaya kepergianmu, karena dikabarkan bahwa Mbah surip yang terkenal itu tidak berubah perilakunya terhadap tetangga meskipun sudah terkenal.

Para fans, seperti saya atau yang lainnya. Kami berduka, tapi tidak menangis. Kami tetap bernyanyi “Tak Gendong”, bahkan tadi pagi istriku spontan bernyanyi tak gendong, sambil menggendong anak kami. Saya melihat suasana luarbiasa saat ini, semua mengenang dirimu dengan cara yang bahagia, senang, tak terlihat wajah berduka dari para fans. Keren betul orang tua itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: