LKS SMK Dumai 2010 : Hari ke 2, 1 Mei


Mengenang hari ke 2 LKS Provinsi Riau di Dumai, kata yang tepat untuk diucapkan adalah KECEWA. Betapa tidak, hari sebelumnya sudah memberikan materi tambahan sampai tengah malam. Paginya hari hujan lebat, subuh sudah dibangunkan oleh petir yang menggelegar. Rupanya begini rasanya petir di pinggir laut, keras sekali!. Ternyata Dumai tergenang banjir hari itu, penginapan kami banjir, jalanan banjir dan naasnya sandal saya putus pula… ha ha ha ha….

Kami keluar penginapan menuju hotel tempat siswa menginap dengan menenteng sepatu, malu juga tapi tak apa lah… Anehnya…..

DUMAI BELUM BANGUN….HAHAHAHHAHAHA….. aneh sekali bagi kami dari pekanbaru, masa jam 6.30 pagi belum ada warung yang buka, jual lontong kek, sarapan apa gitu…. semua belum ada aktivitas. Paling tukang becak yang lagi siap-siap nambang (mencari rezeki).

Singkat cerita kami berpencar untuk mencari siswa kami masing-masing, maklumlah karena panitia memposisikan siswa secara acak, jadi setiap pembimbing urus anaknya sendiri. sambil menunggu siswa keluar dari hotel saya cari sarapan dan sandal (berhubung sandal lama udah putus). Tidak kosentrasi sarapan karena takut ketinggalan Bus ke lokasi lomba dihari pertama lomba, saya segera selesaikan sarapan dan bergegas untuk mencapai lokasi penjemputan bus seperti yang dijanjikan. Jam 7 kami tunggu, bus ke SMK Taruna belum datang, jam 8 belum juga datang, jam 9 belum juga datang. Akhirnya kami panik juga, sehingga kasak kusuk tanya-tanya (soalnya gak jelas panitianya yang mana…) siapa tahu ada bus atau mobil ke lokasi lomba SMK Taruna.

Karena tahu kami belum ada yang menjemput, salah satu orang dinas setempat menyediakan mobil avanzanya untuk mengantar kami, ditemani seorang panitia sebagai guide. Gila juga, dari jam 7 menunggu, jam 9 baru berangkat. Kirain cuma 10 menit udah sampai, rupanya kami harus berkeliling jauh akibat hujan membajiri kota dumai. Dimana-mana banjir, sulit sekali menemukan jalan yang tidak banjir sehingga mobil bisa lewat. beberapa kali panitia itu menelpon temannya untuk menemukan jalan lain menuju lokasi lomba.

Akhirnya kami sampai di lokasi SMK Taruna, lelah itulah yang terasa. Serasa pergi keluar kota, padahal masih di Dumai. lokasinya bagus juga, luas dan sekolahnya SBI. Walaupun swasta tapi fasilitasnya mantap, saya jadi pengen banyak mengambil ilmu disini.  Sementara kami menunggu waktu, saya survey sana sini terutama soal makanan. di sekitar sekolahan ini sepi tak ada warung besar.  saya terus jalan-jalan sampai lomba mau dimulai.

Ternyata lombanya diadakan di sebuah Lab Komputer, semua peserta dan pembimbing diminta masuk, kami agak lama menunggu peserta yang terlambat datang dan ternyata cuma 7 peserta yang masuk dari 8 peserta yang mendaftar.

Technical meeting waktu itu dimulai, semua memberikan kesepakatan soal hal-hal yang berkaitan dengan lomba ini. Menurut saya, para pembimbing tidak terlalu berminat untuk menang (kecuali tuan rumah tentunya). Jadi semua berlangsung datar-datar saja. Kemudian pembimbing dan peserta diminta memeriksa hardware dan software yang digunakan, semua beres. walaupun software banyak yang tidak sama dengan standar dari Nasional (asal sesuai dengan tuan rumah tentunya), kami para pembimbing tidak masalah menggunakan software yang ketinggalan ini.

Lomba dimulai, semua pembimbing diminta keluar, hari membosankan dimulai…. jadi tidak usah diceritakan aja ya…

Singkat cerita lomba usai untuk hari pertama, waktu telah menunjukkan pukul 5.30. kami ingin sekali untuk pulang, karena sudah letih dan gerah, pertanyaannya dimana jemputan kami?. Itulah masalah utama yang terjadi, panitia tidak menjemput kami sampai kami harus sholat magrib di sekolah itu. Gerah, letih, bosan, sakit kepala, apalagi? semua lah rasanya kami pengen mengamuk karena tidak dijemput panitia. Akhirnya kepsek SMK Taruna mengupayakan agar panitia menjemput kami, jam 7.30 kami dijemput untuk diantarkan pulang… capekkk.

O.. ya adalagi, waktu lomba hari pertama dimulai, ada sedikit hal lucu bagi saya terjadi. peserta tuan rumah yang merupakan siswa sekolah penyelenggara ini bolak-balik terus minta petunjuk sama gurunya di ruang jurusan mereka. Juri tidak pernah menegur siswa ini meskipun sudah berlaku curang begitu.

Kesimpulan: pelayanan panitia tentang transportasi peserta dapat dikatakan sangat buruk di hari ini, koordinasi, pengaturan, dan pelayanan sangat buruk sehingga kami benar-benar tidak betah berada di Dumai. Mungkin ini taktik dumai untuk membuat kami stress, sehingga tidak kosentrasi dalam berlomba. Entahlah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: