LKS SMK Dumai 2010: hari ke 4, 3 Mei


Hari ke-4 sebenarnya cuma acara penutupan, saya tidak ada semangat untuk ikut, tapi ada suntikan dari kontingen untuk tetap hadir di acara tersebut. Siapa tau web design menang. Ya… ya… ya…

Yang paling membuat saya malas ikut itu sebenarnya transportasi. Panitia itu gak pernah serius dengan transportasi. paling-paling gak ada yang jemput antar. peserta terlantar begitu aja, mereka kayak hantu semua, pas dicari pasti gak jumpa. tapi, tak apa lah. ikut aja. lumayan jumpa teman2 guru dari smk lain.

Hasil akhir dari lomba ini seperti perkiraan. diatas 50% (menang telak) semua mata lomba dimenangkan oleh DUMAI. termasuk web design. Khusus Web Design pemenangnya adalah :

1. Dumai

2. Meranti

3. Siak

padahal yang juara 2 dan 3 ngakunya gak pandai sama sekali dengan programming web. kecewakah aku?, tidak….. sama sekali tidak. saya tetap biasa saja, LKS ini bukan standar yang dikejar. Mereka tidak menggunakan standar disini, soal buat sendiri, spek hardware dan software buat sendiri. tidak ada yang patut dijadikan standar. Pengkondisian mental peserta dengan masalah transportasi, penginapan dll tidak dapat dijadikan standar lomba. ini lomba yang membuang dana saja. Siswa saya pun hanya hasil dari penunjukan langsung, tidak melalui kemenangan lomba di Pekanbaru. Jadi tidak ada yang patut dijadikan acuan.

Seperti yang saya perkirakan, panitia tidak mendatangkan bus penjemput. padahal tim pekanbaru yang pertama menunggu di depan hotel Grand Zury, hingga beberapa tim lain duluan akhirnya pulang ke hotel mereka karena bawa bus sendiri. Dengan kecewa, akhirnya kami menyetop oplet (angkot) untuk mendrop semua anggota ke hotel untuk persiapan pulang.

Akhirnya pekanbaru pulang dengan 7 emas. SMKN 6 hanya bawa 1 perak dari lomba Bela Negera (tim beberapa  sekolah).

Singkat cerita setelah LKS Nasional di Jakarta dilaksanakan, tim SMKN 6 mengirimkan 1 tim untuk lomba Mechatronic, posisi akhir berada pada harapan 2. ini meningkat dari tahun sebelumnya no. 8. sedangkan Tim Riau yang lain hanya 1 yang meraih Harapan 1. yang lainnya Gagal total, termasuk web design. Ya iya lah, di negeri sendiri boleh lah merasa paling mantap, ragu dan bingung bisa tanya sama pembimbing. tapi di negeri orang, gantian kita. rasakan apa kami telah rasakan, pembimbingmu tidak bisa membantu ketika berlomba. Itulah kodrat yang harus dijalani. Tidak bisa kita mencurangi juri nasional lagi, makanya tidak pernah keliatan prestasi Riau, karena suka mencari menang di negeri sendiri, bukan mengirimkan tim terbaik untuk mengangkat nama Riau. Sungguh disayangkan….

3 Responses

  1. hahahaha……
    ngeri singgungannya pak kalau tau org dumai tu pasti pada malu pak,emang sich mereka boleh hebat di negri sendiri apa lg segala yang iya butuhkan mendukung tapi lw di luar negri dya pstinya g’ ada yang bisa nolongin tu org…

    • tenang ndri, kita harus terus belajar…
      mereka itu urusan mereka sendiri. sukses itu 99% kerja keras dan 1% bakat. berhasil ke nasional bukan berhasil jadi orang sukses. Berapalah harga tiket ke jakarta dibandingkan membuat malu riau aja. kita liat tahun depan apa ada kemampuan dumai tu….

  2. yang penting udah menang pak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: