Terimakasih, PSPS….


Ditulis oleh Tribun Pekanbaru    Selasa, 01 Juni 2010 02:48

PSPS Pekanbaru mengakhiri perjalanan panjangnya di Indonesia Super League (ISL) musim dengan manis.Sebagai tim yang baru promosi, prestasi tim berjuluk Askar Bertuah  ini bisa dibilang luarbiasa. Dzumafo Herman cs finish di urutan ketujuh setelah bermain imbang 2-2 melawan Persema Malang di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, Minggu (31/05)

Perjalanan squad PSPS masuk ISL 2009/2010 bukanlah hal mudah. PSPS malah sempat diragukan oleh pihak PT Liga Indonesia ketika bergulirnya Divisi Utama tahun sebagai “tim kacangan”. Tak ada yang menyangka Askar Bertuah akan masuk ke kompetisi paling bergengsi di Tanah Air.Kontestan ISL lain meyakini anak-anak Pekanbaru itu akan masuk ke jurang degradasi. Alasannya, selain tidak adanya pemain bintang, PSPS memang tim yang terlambat memulai start, sehingga pasrah saja dengan materi yang ada.

Ironisnya, Mundari Karya yang ditunjuk manajemen untuk menukangi PSPS pada musim Divisi Utama menolak. Dia menghilang. Isu beredar, Mundari menolak sebagai pelatih karena tidak melihat tim ini akan berkembang dan mungkin bisa bertarung dengan kontestan lainnya. Beruntung beberapa saat kemudian manajemen berhasil menghubungi Abdurrahman Gurning untuk dijadikan arsitek PSPS.Gayung bersambut, pelatih asal Kisaran, Sumut , ini menerimanya. Mantan pelatih Persitara Jakarta Utara membatalkan kontraknya dengan manajemen Bontang PKT yang lebih dulu menghubunginya. Alasan Gurning, selain  dekat dengan kampungnya, dia juga diberi kebebasan untuk melatih sepenuhnya, tanpa ada campur tangan manajemen dan pihak lainnya. Manajemen hanya menargetkan kepadanya agar PSPS jangan sampai terdegradasi.

Bagi Gurning, target itu terlalu mudah, dan dia pun bertekad untuk membawa PSPS ke delapan besar. Hal itu, ternyata terbukti. Bahkan, dari awal hingga pertengahan musim, PSPS berhasil  menghuni puncak klasemen.Bermain di Malang, Isnaini dkk mampu menembus babak semifinal. Hasil ini semakin membuka mata tim-tim lain dan menjadikan PSPS sebagai tim yang diperhitungkan sekaligus yang ditakuti. Di partai terakhir melawan Persebaya untuk mencari posisi ketiga Divisi Utama, tim besutan Gurning ini seperti mengamuk. Mereka mencukur habis tim yang meraih peringkat pertama di wilayah Timur tersebut, dengan skor 5-1 untuk PSPS. PSPS pun akhirnya lolos ke liga paling bergengsi di Tanah Air.

Kekurangan Dana

Menatap ISL, PSPS bersiap. Persoalan paling pelik adalah dana. Ancang-ancangnya, untuk satu musim, PSPS butuh Rp18,5 miliar. Dana itu untuk gaji pemain, pelatih, manajemen, dan lainnya. Sumber dana sangat terbatas. Selain Pemko Pekanbaru dan PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), belum ada sponsor yang mau membantu. Terakhir dari Lotto berupa perlengkapan untuk PSPS  senilai Rp2 miliar. Pengurus kalang kabut. Waktu berjalan. Dari kerja keras manajemen, akhirnya dana terkumpul Rp13 miliar. PSPS masih kekurangan Rp5,5 miliar. Karena kekurangan dana tersebut, Tribun Pekanbaru bersama Asykar Theking menggalang dana dengan nama Gerakan 5000 untuk PSPS ku. Hanya dalam waktu dua bulan, berhasil mengumpulkan Rp50 juta

Pemain Seadanya

Dari sisi pemain, boleh dibilang, PSPS adalah tim yang sangat terlambat membentuk skuad. Karena itulah, skuad saat Divisi Utama sebagian besar dipertahankan. Nyaris tanpa bintang – selain Dzumafo – Askar Bertuah main dengan 24 pemain yang ada. Gurning mengandalkan kolektivitas.  Tetapi muncul kejutan-kejutan luar biasa. Klub-klub elite yang kerap menganggap remeh PSPS ditaklukkan satu per satu. Persebaya keok dengan skor telak 5- 1, PSM Makasar keluar lapangan dengan muka malu karena dikalahkan PSPS 2-1 di kandangnya sendiri.

Kejutan demi kejutan itu membawa PSPS menghuni posisi ketiga, prestasi yang tak satu pun orang memprediksikan sebelumnya. Karena berbagai kejutan yang ditampilkannya, PSPS mendapat gelar tim kejutan musim ini. Akhirnya  PSPS menutup musim ini dengan manis berada di posisi tujuh klasemen akhir dengan 49 poin

Musim Depan

Untuk musim depan, manajemen lebih berbenah dan lebih siap Kini, Manajer PSPS Dastrayani Bibra sudah melirik sejumlah pemain berkualitas bagus. Sebugt saja, Tantan (Persitara), Pablo Prances (Persijap), E.Gonzales (Persijatim), Ambrizal (SFC), Supardi (Pelita Jaya), Fauzal Mubaraq (Persela), atau Bagus (Persijatim)

Sejauh ini, mereka sudah dihubungi dan mereka menyatakan siap bergabung musim depan. Bagaimana dengan pemain yang ada sekarang? Dastrayani Bibra mengatakan, hasil evaluasi terakhir dari 24 pemain, hanya 15 pemain saja yang dipertahankan.  Manajemen masih enggan menyebutkan nama-nama pemain yang dipertahankan tersebut. Ke 15 pemain tersebut semuanya masuk kualifikasi pelatih.

Untuk empat pemain asing yang sekarang  hanya dua yang bakal dipertahankan, dan manajemen sudah mengantongi dua nama  pemain asing lainnya yang akan dikontrak untuk musim depan. Satu hal yang pasti Gurning tetap menjadi nakhoda

Kita boleh berharap, dengan persiapan yang lebih matang, prestasi PSPS, musim depan bisa lebih baik. Tapi untuk musim ini, tentu kita semua sepakat untuk mengucapkan  “Terima kasih PSPS” untuk prestasi luar biasa ini. (safrudin mirohi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: