Persepsi Orang Malaysia sekarang, Memuakkan…. (sebuah opini lagi)….


Indonesia-malaysia

Persaudaraan Indonesia-Malaysia

Terus terang saya tidak terlalu suka berkomentar masalah politik dan Hubungan Internasional, tapi benar-benar kali ini saya angkat bicara. Sekedar melepaskan rasa yang tertahan di dada mengenai hal yang sedang hangat dibicarakan orang sekarang.

Tadi, barusan saya menonton sebuah acara di Global TV, Rossy. disitu salah satu tamunya yang online dari malaysia Mr. Azam mengatakan bahwa persepsi umum orang malaysia dulu tentang indonesia adalah negara yang dapat dikatakan saudara seiya sekata. namun anak malaysia sekarang persepsi mereka adalah orang indonesia itu adalah orang yang menjadi tukang bangunan, pembantu rumah tangga dan kerja kasar lainnya di malaysia. Kemudian staff ahli presiden pun langsung tersinggung dengan pernyataan tersebut.

Terus terang, saya sangat menghargai kejujuran Mr. Azam dari Malaysia tersebut. Karena mungkin pemerintah indonesia tidak akan tahu opini umum masyarakat malaysia tersebut secara jujur jika tidak ada pernyataan tadi. Namun, disamping itu saya kecewa sekali dengan pemerintah malaysia.

Kenapa saya kecewa. Karena malaysia itu sistem pemerintahannya masih otoriter, menurut penglihatan dan pendapatku aja bahwa pemikiran dan opini masyarakat digiring oleh negara atau pemerintahnya. oleh karena itu, sikap warganya merupakan cerminan pendapat pemerintahnya yang telah menggiring pemikiran warganya.

Jadi kesimpulannya Pemerintah malaysia telah bertahun-tahun mengatur opini publik bahwa orang indonesia itu adalah bermental pembantu dan buruh bangunan. pengangguran yang nyari kerja dinegeri orang. kemudian karena kesulitan makan dan lainnya, jadi buat kriminal dinegeri orang. Orang indonesia itu tidak berpendidikan, gak mampu bersaing dengan orang malaysia di tingkat tinggi. Mengerjakan pekerjaan yang ditinggalkan oleh orang malaysia.

Terlepas dari benar dan tidaknya pernyataan atau opini warga malaysia tersebut, sikap bangsa malaysia saat ini benar-benar terlihat. Sebagai bangsa yang merasa “Besar”, malaysia telah merendahkan bangsa lain. mereka mulai mengatur kasta-kasta bangsa-bangsa. ada hal yang mesti diketahui oleh bangsa malaysia, bahwa roda berputar. Allah menyuruh kita untuk bersyukur, jika kita sedang bagus rezekinya, derajatnya oleh orang lain, tetap syukuri. Hargai orang lain, tetap posisikan manusia pada derajat yang sama. Bukankah Allah telah menggariskan derajat kita ditentukan oleh taqwanya oleh Allah. Jika bangsa kita baik, besar, terpuji dimata orang itu karena Allah telah menutupi keburukan kita. Patutnya kita bersyukur masih ditutupi keburukan kita oleh Allah.

Mungkin teman-teman orang Malaysia mengangkat faktanya kepada saya, lihatlah memang terbukti banyak sekali orang indonesia jadi tukang bangunan, pembantu, buruh kasar. orang malaysia mana ada….. betul itu…. tak salah anda berkata. Tapi bukan itu yang menentukan kerendahan atau ketinggian bangsa.

Tubuh kita itu terdiri dari banyak sekali organ, semua berperan sesuai dengan kadarnya. Patutkah kita merendahkan kerja jantung yang tidak pernah kelihatan?, atau cukupkan kita menyanjung kerja kulit yang memberikan keindahan pada kita disamping fungsinya yang lain…?. bagaimana jika jantung mogok bekerja karena selama ini selalu direndahkan dalam percakapan anda…bisa berakhir cerita kita saat ini juga….

Saya sering juga mendengar bahwa di Malaysia itu, gaji kita dibayar lebih tinggi daripada gaji di Indonesia. Kita lebih dihargai kepandaian kita. Saya mendengar salah satu petinggi badan penelitian atom malaysia adalah orang indonesia, profesor di universitas ternama malaysia adalah warga indonesia, bahkan lulusan terbaik universitas di malaysia juga orang indonesia. saya tetap bangga dengan orang indonesia yang di malaysia, mereka juga berjuang membawa nama indonesia.

Dari cerita tadi, dapat dilihat bahwa penyamarataan persepsi terhadap suatu bangsa benar-benar tidak tidak, tidak bersyukur sebagai makhluk Tuhan, tidak beradap sebagai manusia yang memiliki negara yang merdeka. Semoga pemerintah malaysia tersadarkan atas kejanggalan ini, jika tidak semoga Allah mengganti mereka dengan generasi yang lebih baik, dengan segera. amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: