Kota Siak, POM Bensinnya …..


Ceritanya saya kamis lalu (19/07) ada urusan menemani kakak dalam sidang pengadilan agama di kota Siak. Dari sanalah tulisan ini dimulai, karena itu berbekas dihati saya. Siak adalah ibukota Kabupaten Siak Sri Indrapura-Riau. Dahulunya merupakan kecamatan yang berada dibawah kabupaten Bengkalis. Setelah pemekaran wilayah, kabupaten baru ini langsung menggeliat dengan cepat, dengan ditopang anggaran yang melimpah perkembangan kabupaten siak dapat dikatakan bagus. Pada Zaman dahulu, Siak Sri Indrapura merupakan kerajaan yang dipandang besar di kawasan melayu nusantara. Bahkan banyak pernak-pernik peninggalan kerajaan ini menjadi bukti sejarah bahwa Kerajaan Siak telah bergaul di kawasan Dunia.

Kembali ke cerita awal, setelah saya cek di google maps, saya memilih jalur lintas timur untuk touring (pake motor) ke Siak bersama istri. Prediksi awalnya perjalanan ini selama 3,5 jam. Jalan Lintas Timur-Pkl. Kerinci, trus belok ke Siak. Tapi ternyata setelah melewati Km. 25 Lintas Timur, ada jalan baru yang sedang dibuat yang katanya langsung menuju siak. Iseng-iseng dicoba deh. ternyata perjalanan ini cuma memakan waktu 2 jam. Prediksi saya, awal tahun depan jalan ke Siak cuma memakan waktu 1,5 Jam dari Pekanbaru. ini sama saja dengan ke Perawang, salah satu kota terdekat dari pekanbaru yang bagian dari kab. siak.

Namun, ada beberapa hal yang menurut saya kota Siak harus membuka diri.

1. Di kota Siak dan sekitarnya, POM bensin kacau sekali. diluar kota ada 1 POM bensin. tapi pagi-pagi sudah habis, baik bensin maupun solar. semua sudah diborong sama pengecer. Sedangkan harga eceran gila banget, mencapai 8000/liter. Nah di dalam kota, prediksi saya mudah ditemukan POM bensin. Mengingat kota ini memiliki obyek wisata Istana Siak. Tapi tidak ada tanda-tanda petunjuk lokasi POM Bensin. Setelah tanya sana-sini rupanya ada dekat pintu masuk kota dan ditengah kota (saya tidak menemukannya, cuma kata orang sana saja). Saya membatalkan niat menemukan POM Bensin karena informasinya kalau jam 9 pagi udah panjang orang antri membeli bensin. Bisa jadi habis. Ternyata sama saja dengan yang diluar kota tadi. Habis sama pengecer.

Harga eceran bensin antara 6000 sd 8000 perliter. kenapa?, karena pengecernya juga dapat bensin dari pengecer lain. Kok bisa, karena bensinnya habis di pom. Nah, kalau masyarakat biasa harus mengantri berjam-jam untuk dapat bensin (tergantung sih, pagi2 sekali masih sepi katanya). bayangkan jika saya pelancong, tidak mungkin kan pagi2 sekali udah sampai di Siak, trus ikut ngantri. Alhamdulillah, setelah selesai sidang, kami mutar-mutar sambil berwisata skalian mencari bensin, siapa tau jumpa yang murah. Jarak dari Lokasi pengadilan dengan pusat kota dan istana Siak itu cukup jauh, kira-kira 10 menit. Alhamdulillah, setelah sholat zuhur ketemu penjual bensin eceran yang harganya 6000 perliter. Dalam hatiku berdecak, ternyata uang itu berharga bukan karena jumlahnya, tapi faktor kebutuhannya. di Pekanbaru harga 6000 itu termasuk mahal untuk bensin. Disini malah termasuk murah. Bayangkan saja kalau saya bawa mobil ke Siak trus butuh bensin, berapa uang yang harus dikeluarkan.

Tapi saya tidak cuma sekedar mengeluh, mungkin kita juga harus memberikan masukan solusi agar ke depannya makin menyenangkan jalan-jalan ke Siak. Menurut saya, pemerintah kab. Siak harus berani bertindak tegas untuk menerima investor pom bensin di Kotanya, kemudian menindak tegas pengecer bensin dijalanan tersebut sehingga mereka harus rela mencari pekerjaan lain. Karena kabar yang saya terima, ada beberapa investor yang mau menambah jumlah pom bensin di kota siak, tapi akhirnya ditolak karena akan mematikan pekerjaan penjual bensin eceran. ini adalah kebiasaan yang tidak benar dipertahankan. Saya percaya, Kota Siak itu akan menjadi besar jika masyarakatnya tidak bersikap parasit, menguras kantong orang lain dengan merugikannya. Kota ini benar-benar berharga pariwisatanya.

Jika ada yang merasa dirugikan atas artikel ini saya minta maaf, karena ini hanya pemandangan pribadi saya saja.  Semoga saya masih mau kembali ke kota Siak nantinya. Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: