Program 18:00-21:00 menambah keharmonisan keluarga


Assalaamu’alaikum,

Salah satu PR yang wajib dipraktekkan (dibiasakan) dalam training parenting Abah Ihsan adalah program 18:00-21:00. Isi dari program ini adalah mematikan perangkat multimedia (tidak menggunakannnya) seperti telepon selular, tv, tablet, dvd, radio dan lain sebagainya untuk mengkhususkan waktu bagi keluarga. Bukan sekedar membuat waktu rehat bersama, tapi kebersamaan keluarga. Biasanya kalaupun kita menyediakan waktu bersama keluarga kala itu, tiap anggota keluarga mengadakan kegiatannya masing-masing. Ayah baca koran atau  ngaji sendiri, atau pergi ke pengajian. Ibu di dapur (masak) atau di ruang keluarga menjahit baju anak yang ditemukan robek, anak sibuk sendiri main atau belajar. Bukan seperti ini yang dimaksudkan, tapi menghabiskan waktu untuk kebersamaan keluarga. Nah, disamping aturan tersebut kegiatan dibuat variatif yang termasuk dalam : makan bersama, bermain bersama , ngobrol atau belajar bersama.

Hari sabtu saya langsung praktekkan. kebetulan tradisi ini memang ada dilakukan sebelumnya, tapi kalau dengan disengaja dan terjadwal tidak ada. kali ini dijadwalkan. Menurut abah Ihsan, tidak mesti tiap hari, tapi dirutinkan bukan kebetulan ada waktu. jadi sabtu malam, setelah rehat abis training, kami buat rencana apa yang akan dilakukan malam ini. kami makan bersama dan berangkat ke Ramayana, apalagi kalau bukan santai di zone2000. Ngabisin koin yang masih tersisa dari paket sebelumnya. gak banyak sih, masing2 cukup 4 koin aja. trus pulang. dijalan dan di rumah kami ngobrol tentang pengalaman anak-anak selama di penitipan (kebetulan 2 hari anak dititip di TPA karena kami berdua sedang belajar). karna pulangnya udah abis masuk waktu isya, kami sholat berjamaah di rumah.

Apa yang dapat diambil hikmahnya dalam kegiatan hari sabtu tersebut ?. Interaksi dalam keluarga meningkat, pengaruh orang tua masuk dengan lembut dan menguat dikepala anak-anak. nasehat-nasehat yang kita berikan diterima anak dengan baik, beda sekali kalau sedang marah atau anak bermasalah. Anak cenderung lebih marah lagi (adu kuat marahnya) atau takut sama orang tuanya. Biasanya anak lebih nurut kalau dipanggil temannya, sekarang sudah mau mendengar dan menuruti panggilan kami. dan dari sisi orang tua, Alhamdulillah, emosi kami terhadap tingkah anak semakin menurun, karena dimata kami anak tidak bandel lagi, juga tidak terkungkung. Tapi sebenarnya yang paling sulit ada 2 hal yaitu jika kita orang tua atau anak sudah terlanjur tergantung pada perangkat multimedia (Alhamdulillah saya tidak), biasanya tangan itu otomatis ngotak-atik hp atau remote tv pas ketemu. dan kedua ikhlas dengan jadwal yang dilaksanakan. Niat melaksanakan program 18:00-21:00 bukan karena mengerjakan PR, tapi memang habit yang sudah ikhlas. Saat ini saya sih masih belum pol ikhlasnya, masih merasa berat mengawalinya. Kenapa ini penting ?, pas kita mulai kehabisan ide mau ngapain malam ini, waktu itu kita tahu bahwa kita menjalaninya kurang ikhlas. Karena seharusnya kegiatan keluarga tidak bakalan kehabisan ide dan tidak ada ide yang basi.

setelah puas main anak-anak langsung minta tidur, dan dibacakan buku cerita seperti biasanya. Alhamdulillah waktu bersama anak malam itu sempurna. sampai jumpa di posting berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: