Jaga Hati, hati-hati dalam sosial media


sosmed

Saya saat ini kurang aktif di sosial media (sosmed), dulu sih suka facebookan, ym, g+. kalau twitter gak begitu lah, kadang-kadang aja. sampai-sampai dulu beli hape yang bisa gratis sosmed, zaman hape gak secanggih sekarang sih. pernah sih kepikiran kenapa gak tahan sehari aja tanpa sosmed?, trus dicoba deh. beneran, gak tahan. pengen tahu kabar-kabari teman-teman di sosmed. apalagi rajin pake sosmed buat komunitas.

Nah, setelah kerja sekarang di duri, mulai lah rajin baca-baca buku agama. hadir di pengajian masjid. emang benar ternyata, yang berpahala itu banyak yang gratis tapi gak banyak yang minat. yang berdosa justru banyak yang mengorbankan duit malah makin semangat ngikutinnya. music yang kurang pas dalam islam, makin sesat makin mahal, datang ke konser music bayar ratusan ribu. kalau MTQ atau tabligh Akbar ustadz dari luar negeri sekalipun paling bayar uang parkir doang. lah kok makin jauh ngelanturnya, kembali ke sosmed.

saya pikir ada benarnya kata seorang ustadz “Sosmed itu dunia yang rada gila, jadi kalau ikutan sosmed harus ikut rada gila juga, kalau takut jadi gila tak perlu lah ikut sosmed”.

“Sosmed itu dunia yang rada gila, jadi kalau ikutan sosmed harus ikut rada gila juga”

karena kebutuhan organisasi saya terus mengikut sosmed, tapi 2 tahun terakhir saya tak pernah update status FB kecuali terpaksa. jadi sibuk di komunitas yang saya ikut saja. tapi lama-kelamaan terasa buang waktunya, buat status digrup, entah siapa yang jadi member digrup komentar, debat, menantang, maki-maki, pokoknya semakin ditanggapin semakin aneh. emang dunia gila. Emosi pun meningkat. yang namanya debat itu bikin berat dihati dan pikiran aja. kita debat pakai tulisan, pasti tidak sempurna penerimaan kita karena intonasi lawan bicara tidak diketahui, jadi dari tulisannya panas lah hati ini, balah komentar, ditambahin pula oleh orang lain, semakin panas. gerah sekali. rasanya pengen nimpuk orang bodoh yang mendebat kita, padahal kita yang bodoh mau debat sama orang bodoh. atau kita ikutan gila karena debat sama orang gila. abis itu sholat, ndak khusyuk lagi. kepikiran sama status yang barusan didebatkan, sikap orang-orang yang komentar.

emang sih, medsos juga hasil dari teknologi, pasti ada kebaikannya. tadi sesuai judul tadi jaga hati. tidak perlu terlalu KEPO hingga tak tahan lagi harus update status, harus like comment status orang. harus baca berita orang yang sebenarnya gak butuh amat sih. ditinggalkan boleh sih, diikuti juga boleh, tapi tidak perlu aktif apa lagi keluar dari norma agama kita.

saya sekarang sudah meninggalkan keaktifan dari semua grup komunitas sosmed, biar focus dalam pengembangan diri sendiri. eksis terus diinternet tapi tidak disosmed, punya akunnya tadi gak butuh lagi seperti dulu. hidup kita sebenarnya di dunia nyata, bukan di sosmed. jadi saya pastikan dunia nyata baik dan benar, itu lebih utama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: